Langsung ke konten utama

Fifty Fifty Pola Puskesmas Padang Tarok Gelar Pelatihan Pembentukan Kader SBH




Setelah bulan lalu Puskesmas IV Koto menggelar Pelatihan Pembentukan Kader Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (SBH), mulai Sabtu besok 23 November 2019 giliran Puskesmas Padang Tarok melaksanakan kegiatan yang sama untuk wilayah kerja Puskesmas Padang Tarok Kecamatan Baso Kabupaten  Agam.
Hal ini terungkap dari Surat Kepala Puskesmas Padang Tarok ditanda tangani Hanif Junaidi, SKM, yang ditujukan kepada Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Agam tertanggal 19 November 2019 perihal Permintaan Narasumber. Pelatihan tersebut akan dipusatkan di Aula Kantor Camat Baso.
Hal ini dibenarkan oleh Rini Harpega, SKM, Selaku Sekretaris Pimpinan Cabang Saka Bakti Husada Gerakan Pramuka Kabupaten Agam, “Ya, benar Kepala Puskesmas sudah berkoordinasi dan membicarakannya termasuk permintaan narasumber ke Ketua Kwarcab Agam, dan kemungkinan akan bergabung dua Puskesmas yaitu Puskesmas Padang Tarok dan Puskesmas Baso.
Sementara itu, Megawati, AMKG Selaku Kader Promkes Baso menyebutkan bahwa Pelatihan Pembentukan Kader SBH di wilayah kerja Kecamatan Baso ini fifty-fifty, dengan jumlah peserta 40 orang, terdiri dari 50% peserta dari Pramuka Penegak dan 50% peserta dari tenaga kesehatan.
Menindaklanjuti disposisi Ketua Kwarcab Agam Drs. H. Martias Wanto, MM, narasumber yang direkomendasikan oleh Kepala Pusdiklatcab H. Irzal, S.Pd dalam Pelatihan Kader SBH ini sebanyak tiga orang, yaitu Khairul Koto, S.Sos (Waka IV Kwarcab/Korp Pelatih Agam), Yunaidi S, S.Pd,M.Pd (Sekretaris Pusdiklatcab/Korp Pelatih) dan Andry Kesuma, S.Pd.I (Korp Pelatih Agam). Semoga pelatihan pembentukan kader SBH sukses serta SBH Kecamatan Baso khususnya dan SBH Kabupaten Agam umumnya lebih giat dan lebih maju, ungkap H.Irzal,S.Pd berharap. (#03.06.0002)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...