Langsung ke konten utama

Makna Lagu Himne Gerakan Pramuka Satya Darma Pramuka


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, pada Pasal 35 menyebutkan “Gerakan Pramuka memiliki atribut”, salah satu atrrribut tersebut berupa “himne”.

Lebih lanjut dalam Anggaran Dasar (Hasil Munas Tahun 2018) pada Pasal 52 dan Anggaran Rumah Tangga pada Pasal 125 dipertegas bahwa “Himne Gerakan Pramuka adalah Lagu Satya Darma Pramuka yang diciptakan oleh Husein Mutahar”, dinyanyikan dengan “Gagah & Khidmat” yang berbunyi :


Lagu Himne Gerakan Pramuka Satya Darma Pramuka yang diciptakan oleh Husein Mutahar memiliki makna yang mendalam sekali, sehingga lirik yang ada didalamnya dijadikan moto Gerakan Pramuka Indonesia.


Dalam baris pertama diatas yang berbunyi "Kami Pramuka Indonesia" menjelaskan sekaligus sebagai penegas bahwa Kami adalah Pramuka (Praja Muda Karana) yang berarti seorang pemuda yang memiliki semangat berkarya.

Pada baris kedua yang berbunyi "Manusia Pancasila" menjelaskan bahwa kami sebagai pramuka berpegang pada Pancasila, bukan yang lain. Pancasila sendiri merupakan ideologi dasar negara indonesia yang terdiri dari 2 kata yaitu Panca dan Sila. Panca artinya lima dan Sila artinya dasar atau asas.

Dan pada kalimat selanjutnya berbunyi "Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan" bermakna setiap janji dan komitmen diri yang telah diucapkan dan/atau dihayati menjadi ketetapan yang harus ditepati dan dilaksanakan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Janji yang diucapkan secara sukarela sebagai pengikat diri pribadi demi kehormatannya untuk diamalkan dan Darma Pramuka merupakan kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.

Bila diartikan perkata, makna "Satya" adalah janji, sedangkan “Darma” artinya kewajiban, aturan dan kebenaran. Kata “Darma” sendiri memiliki makna yang lebih luas tergantung konteks penggunaannya.

Namun kata Darma pada konteks diatas merujuk pada Dasa Darma Pramuka.
"Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan" adalah isi dari lirik Himne Gerakan Pramuka Satya Darma Pramuka, dan kalimat ini juga merupakan moto Gerakan Pramuka yang bersifat tetap dan tunggal sebagai bagian terpadu dalam proses pendidikan.

Kalimat selanjutnya dalam Himne Gerakan Pramuka Satya Darma Pramuka adalah "Agar Jaya Indonesia" bermakna sebagai tujuan dari Gerakan Pramuka secara global, yaitu membuat negara Indonesia yang jaya. Yang artinya makmur seluruh rakyatnya.

Dan "Indonesia Tanah Airku" adalah sebagai penegas bahwa Indonesia, dan hanya indonesia-lah tanah air kita

Arti “Pandu” sendiri dalam kamus KBBI adalah penunjuk jalan, perintis. Jadi dalam lirik terakhir Himne
Gerakan Pramuka Satya Darma Pramuka tersebut. Makna "Kami Jadi Pandumu" adalah Kami para Pramuka yang akan menjadi perintis kejayaan negara Indonesia.

Dirangkum oleh :
Khairul Koto (KK*03.06.0002#) Waka IV Kwarcab 0306 Gerakan Pramuka Agam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...