Langsung ke konten utama

70 Kamabigus dan Pembina Pramuka Gudep Ikuti Workshop Akreditasi Gudep Kwarran Banuhampu


BANUHAMPU. Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kecamatan Banuhampu menggelar Workshop Akreditasi Gugus Depan Gerakan Pramuka, dibuka secara resmi oleh Ketua Koordinator Unit Kerja (KUK) Pendidikan Kecamatan Banuhampu Kak Muhammad Syawal, S.Pd, M.Pd yang juga Pengurus Pusdiklatcab dan Korp Pelatih Pramuka Kwarcab, Kamis (13/2) di ruang SD Negeri 18 Ladang laweh Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam.

KUK Pendidikan Kecamatan Banuhampu Muhammad Syawal.S.Pd.M.Pd yang akrab dipanggil Kak Syawal, dalam sambutannya saat membuka workshop memberikan apresiasi dan acungan jempol Kamabigus dan Pembina Gudep yang telah menjadikan Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekskrakurikuler Wajib sebagaimana yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Ketua Kwarran Banuhampu kak Afrijon, S.Pd, dalam laporannya menyebutkan bahwa Workshop Akreditasi Gugus Depan ini sangat penting dan sangat bagus untuk kemajuan pramuka,  menindaklanjut kegiatan yang telah diprogramkan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Agam.

“Untuk menjadikan gudep se-Kwarran Banuhampu menjadi Gudep Terakreditasi, mari kita satukan hati dan fikiran serta perkokoh komitmen dan semangat mengikuti workshop ini, sehingga dalam pengisian Portofolio Akreditasi Gudep setelah workshop ini tidak menemukan kesulitan”, ajak kak Afrijon  seorang penghulu atau ninik mamak di kaumnya yang bergelar Dt. Bagindo Rajo berharap.

Sementara kak Romi Frimadani, S.Pd Korp Pelatih Agam yang meliput langsung acara workshop ini, melaporkan bahwa workshop diikuti 70  orang peserta dari unsur Kepala Sekolah/Madrasah Selaku Kamabigus dan Pembina Pramuka Gudep se-Kwaran Banuhampu dengan narasumber kak Astati, S.Pd dan Rina Mala Putri M.Pd yang ditugasi Ketua Kwarcab Agam sesuai permintaan Kwarran Banuhampu.

Setelah workshop ini, Pembina Gudep akan mengisi Portofolio Akreditasi Gudep dimonitor langsung oleh Tim Kwarran. Lalu dikumpulkan dan dikirim ke Kwarcab Agam untuk dinilai oleh Tim Asesor serta divisitasi (tinjauan lapangan) ke gugus depan guna keakuratan data dan kelayakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, sebut kak Romi Frimadani yang tahun lalu mengikuti Pelatihan Jurnalistik di Kwarda Sumbar.

Lebih lanjut disebutkan, hubungan Kwarran dan Gudep harus harmonis, apa saja kegiatan yang ada di Gudep, harus dilaporkan ke Kwarran secara tertulis. Sistem laporan sangat diperlukan, gunanya untuk melengkapi dan menetapkan Gudep tersebut  teradministrasi dengan baik.

Kak Astati, S.Pd dan kak Rina Mala Putri, M.Pd selaku narasumber menyebutkan tujuan utama akreditasi untuk menjamin gugus depan yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Kwarnas, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang tidak memenuhi standar, serta memotivasi gugus depan untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi.

“Manfaat Akreditasi Gudep ini sebagai dasar pertimbangan dalam proses pembinaan dan pengakuan dari kwartir terhadap Gudep Terakreditasi tersebut sudah berjalan dengan baik. Untuk mengikuti kegiatan di tingkat Kwarran, Kwarcab, Kwarda dan Kwarnas mulai tahun 2022 nanti, persyaratan utama pesertanya adanya Anggota Pramuka yang berasal dari Gudep yang telah Terakreditasi, tegas kak Astati dan Rina Korp Pelatih Kwarcab Agam, yang sebelumnya sudah mengikuti Pelatihan Asesor di tingkat nasional/daerah termasuk kak Khairul Koto. 

Disadur dari kiriman kak Romi Frimadani, S.Pd (#KK*03.06.0002*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...