Memaknai Peringatan Hari Pahlawan Ke-75 Tahun 2020 “Pahlawan Sepanjang Masa”


Hari ini Selasa 10 November 2020 Indonesia memperingati dan merayakan Hari Pahlawan (Harwan) Nasional ke-75 Tahun 2020. Sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang penetapan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlwan, Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

Peringatan Harwan Tahun 2020 mengusung tema “Pahlawan Sepanjang Masa”, dengan maksud mengenang dan menghormati jasa serta perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan.

Walaupun Peringatan Harwan tahun ini masih dalam masa pandemi Corona Virus Disese 2019 (Covid-19), diharapkan dapat berlangsung secara khidmat dan tidak kehilangan makna. Setiap masyarakat dan setiap Anggota Pramuka, abaik Anggota Muda maupun Anggota Dewasa, diharapkan dapat turut berpartisipasi dan menggunakan semangat dan nilai kepahlawanan dengan berbagai kegiatan sesuai Protokol Kesehatan.

Tema yang diusung dalam merayakan Harwan Tahun 2020 ini, memiliki makna filosofis, yakni sebuah upaya yang bisa kita lakukan untuk terus mengenang sepanjang masa perjuangan dan pengorbanan para pahlawan yang telah rela mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Jika perjuangan pahlawan terdahulu adalah mengangkat senjata, kini kita sebagai penerus bangsa mengilhami para pahlawan sebagai inspirasi untuk kembali meneruskan perjuangan, menumpas permasalahan bangsa: kemiskinan, paham-paham radikal dan narkoba, termasuk berjuang melawan pandemi Covid 19.

Tema Harwan 2020 kali ini juga menyalurkan energi tambahan untuk menggugah kesadaran segenap elemen bangsa untuk terus bersatu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta membantu sesama yang membutuhkan sesuai kemampuan dan profesi masing-masing.

Sebagai Anggota Pramuka, jadilah pahlawan dengan meniru semangat juang para pahlawan kita yang telah gugur dengan berkontribusi terhadap perkembangan bangsa Indonesia. Bangsa ini membutuhkan banyak pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai. Jadilah pahlawan dalam segala bidang kehidupan setiap harinya dalam kehidupan sehari-hari.

Jadilah pahlawan yang dimulai untuk diri sendiri dan keluarga dengan mencetak prestasi hingga akhirnya menjadi pahlawan bagi negeri ini. Jangan jadikan Hari Pahlawan ini sebagai unsur seremoni belaka tanpa menghayati nilai-nilai perjuangan dari pahlawan kita.

Sebagai Anggota Pramuka selalu dan senantiasalah kita mengambil nilai-nilai tersebut, termasuk nilai-nilai yang terkandung dalam Trisatya dan Dasa Darma,  direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai Anggota Pramuka, kita tidak boleh bersikap apatis, bersikap acuh yang tingkat kepedulian terhadap sesama dan masalah dalam negeri sangat tipis. Tugas kita memang bukan lagi melawan para penjajah, tetapi bertempur dengan segala ketertinggalan seperti kebodohan dan kemiskinan. Hindari perilaku konsumtif dan jangan terlena dengan aktivitas di dunia maya

Mari kita mengambil peran sebagai “agen of change”, miliki jiwa kepemimpinan yang harus selalu maju ke depan, sikap kepemimpinan yang selalu peduli dan peka terhadap masalah sosial dan lingkungan,  karena masa depan bangsa di masa depan ada ditangan adik-adik anggota pramuka milenial hari ini.

Selamat Hari Pahlawan ke-75 Tahun 2020 dan jadilah sebagai kader pembentuk karakter generasi masa depan yang memberikan dampak positif sebagai motor bagi kemajuan bangsa, untuk menuju bangsa yang adil dan makmur dan selalu “Hidup Positif”.

Hidup positif itu adalah hidup yang selalu : mengajak bukan mengejek, menyejukkan bukan memojokkan, mengajar bukan menghajar, saling belajar bukan saling bertengkar, menasehati bukan mencaci maki, merangkul bukan memukul, mengajak bersabar bukan mengajak saling mencakar, membina bukan menghina, mendidik bukan membidik, mengobati bukan melukai dan mengukuhkan bukan meruntuhkan.

Disamping itu, Hidup Positif adalah saling menguatkan bukan saling melemahkan, argumentative bukan provokatif, bergerak cepat bukan sibuk berdebat, realistis bukan fantastis, mencerdaskan bukan membodohkan, menawarkan solusi bukan mengintimidasi, mengatasi keadaan bukan meratapi kenyataan, suka berhikmat bukan mahir mengumpat, menutup aib dan memperbaikinya bukan mencari-cari aib dan menyebarkannya, menghargai perbedaan bukan memonopoli kebenaran, serta mendukung semua program kebaikan bukan memunculkan keraguan.

Hidup Positif perlu, penting dan harus karena Hidup Positif bermakna memberi senyum manis bukan menjatuhkan vonis, menyatukan kekuatan bukan memecah belah barisan, kompak dalam perbedaan bukan ribut mengklaim kebenaran, siap menghadapi musuh bukan selalu mencari musuh, mencari teman bukan mencari lawan, melawan kesesatan bukan mengotak atik kebenaran, asyik dalam kebersamaan bukan bangga dengan kesendirian, menampung semua lapisan bukan memecah belah persatuan, mengatakan "aku cinta kamu" bukan "aku benci kamu", mendatangi bukan menunggu dipanggil serta saling memaafkan bukan saling menyalahkan. 

Ingat “Pramuka Perekat NKRI”, menebar kebaikan bukan mengorek kesalahan, “Fastabiqul Khairat” berlomba-lomba dalam kebaikan bukan berlomba-lomba saling menjatuhkan. Ingat dan Ingatlah selalu bahwa Manusia Yang Terbaik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lain bukan menyusahkan Khairunnas Manyanfa’unnas”,

Terima Kasih, Salam Pramuka.

 

Goresan :

Khairul Koto

Waka IV / Ketua Bidang Orkes Abdimas (Organisasi Keuangan Usaha dan Pengabdian Masyarakat) Kwarcab Agam   

Komentar