Langsung ke konten utama

Ratusan Pelajar Ikuti Belajar Bersama di Museum Buya Hamka

 


Agam, Kwarcab Agam
Sebanyak 600 orang pelajar SD dan SMP di kabupaten Agam mengikuti Belajar Bersama di Museum Buya Hamka yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam.

Demikian disampaikan kepala Dinas Pendidikam dan Kebudayaan Agam melalui Kabid Kebudayaan Jufri, M.Pd saat berkegiatan belajar bersama diikuti SMPN 4 Tilkam dan SMPN 1 IV Koto, Selasa (31/5) di Museum Buya Hamka Sungai Batang Tanjung Raya

Dilaksanakannya program belajar bersama di Museum Buya Hamka, merupakan program kerja Disdikbud Agam dengan tema Menjadikan Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka sebagai tempat edukasi bagi pelajar.

Adapun tujuan kita menghadirkan para pelajar di Kabupaten Agam belajar bersama di Museum dalam rangka memperkenalkan Museum buya Hamka menjadi tempat belajar dan siswa lebih mengenal sosok inspiratif buya Hamka.

Selain itu memberikan kesempatan dan pemahaman kepada siswa fungsi museum. Memberikan pemahaman terkait koleksi museum Rumah Buya Hamka dan perjalanan hidup sosok Buya Hamka.

Menghadirkan 600 siswa dan guru pendamping telah dimulai sejak tanggal 18 Mei dan sampai 8 Juni mendatang dalam berbagai gelombang. Dimulai gelombang pertama dari tingkat Sekolah Dasar sebanyak 10 Sekolah Penggerak dan gelombang kedua dihadirkan 6 SMP di Agam yang juga sebagai Sekoĺah Penggerak, kata Jufri.

Seluruh peserta yang hadir diberi sertifikat dan bingkisan dari panitia pelaksana bidang kebudayaan, termasuk snack dan makan siang.

Adapun narasumber belajar bersama di Museum Buya Hamka dari provinsi dan kabupaten Agam termasuk pemandu museum buya Hamka.

Pembina pendamping belajar bersama di Museum dari SMPN 1 IV Koto, Yusrita, S.Pd, Hutiati, S.Pd dan Elmizar, S.Pd, belajar tidak hanya dibangku sekolah, tetapi bisa otodidak dan meraih prestasi untuk masa depan. Museum di Hatiku, kata Hutiati. (Yun)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...