Langsung ke konten utama

Kadispora Sumbar Dedy Diantolani, S.Sos.,MM Buka Pelatihan Bagi Pramuka Penegak Tingkat Provinsi Angkatan Keempat di Lubukbasung

Kadispora Sumbar Dedy Diantolani, S.Sos.,MM Buka Pelatihan Bagi Pramuka Penegak Tingkat Provinsi Angkatan Keempat di Lubukbasung


Lubukbasung, (Perskwarcabagam) -  Pendidikan kepramukaan adalah pendidikan di kuar lingkungan sekolah dan diluar lingkungan keluarga yang dilaksanalan dalam bentuk kegiatan menarik, terarah yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

Tujuan kegiatan kepramukaan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, sosial, intelektual dan fisiknya, agar mereka bisa membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda.

Demikian pengantar kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolani, S.Sos., MM, saat berada dihadapan anggota pramuka penegak dan pandega tingkat Sumatera Barat, terkait kebijakan pemerintah provinsi tentang Kepramukaan di Sumatera Barat, Selasa (26/7) di hotel Sakura Syari'ah Lubukbasung.

Salah satu tugas pokok dan fungsi Dispora adalah berkaitan dengan kepemudaan terutama bidang kepramukaan, kata Dedy Diantolani.

Dulu mainset pemuda itu kurang berpengalaman. Tetapi dilihat saat ini pemimpin di Sumateta Barat sekitar 80 persen adalah pemuda.

Kadispora Dedy Diantolani berharap adik-adik pramuka saat ini akan jadi pemimpin di usia Indonesia emas 2045 nantinya. 

Karena itu tanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda.

Setiap tahun Dispora Sumbar tetap menganggarkan untuk kegiatan kepramukaan di Sumatera Barat, baik dalam bidang, olahraga dan kepemudaan yang didalamnya termasuk kepramukaan, ungkap Dedy.

Pelatihan kepemimpinan bagi pramuka penegak dan pandega tingkat provinsi mendapat suppor dari dana pokir anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ismunandi Syofyan, SE, bekerjasama dengan Dispora Sumbar, yang dilaksanakan sebanyak 4 angkatan. 

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ismunandi Syofyan, SE menyambut gembira kehadiran generasi muda mengikuti pelatihan kepemimpinan bagi pramuka penegak dan pandega.

Disebutkan Ismunandi Syofyan bahwa sangat banyak para pemuda berharap bisa mengikuti pelatihan. Kesempatan bagi peserta yang telah hadir jangan disia-siakan dan itu adalah amanah dan tertumpang kepada kalian anggota pramuka sebagai generasi muda bisa menjadi pemimpin.

Ismunandi tegaskan "Saya sangat paling anti dengan narkoba dan bila ada yang terkena narkoba sulit sekali dibantu", walaupun itu anak kandung sendiri. Untuk itu saya ingatkan jangan mencoba-coba untuk narkoba. Lebih bagus cari peluang yang positif dan bermanfaat, tegas Ismunadi Syofyan yang baru kali ini mengangkat kegiatan pelatihan kepemudaan dalam kolidor kepramukaan. 

Kepada Dispora agar tetap terus membina para generasi muda menjadi pemimpin masa yang akan datang, menciptakan calon pemimpin bangsa yang mengabdi tanpa batas untuk membangun ketahanan bangsa, ungkap Ismunandi Syofyan.

Pelaksanaan pelatihan kepemimpinan pramuka sengaja dilaksanakan di hotel mengingat agar para pemuda ini punya kepedean dalam memimpin. Mèngetahui amanah yang akan diberikan dan diterima dengan penuh kepercayaan, dijelaskan Ismunandi Syofyan.

Selesai pembukaan Kadispora Sumbar Dedy Diantolani berkenan menyematkan tanda peserta dan pengalungan scraff sebagai keikutsertaan 30 orang pramuka penegak dan pandega dalam latihan kepemimpinan tingkat provinsi, bersama anggota DPRD Sumbar Ismunandi Syofyan.

Berikutnya penyampaian materi oleh Ismunandi Syofyan tentang peran legislatif dalam pengembangan kepramukaan dan kebijakan Dispora dalam pengembangan kepramukaan disampaikan Kadispora Sumbar. (YunS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...