Langsung ke konten utama

Oooh Itu ? BUKAN “AADC” tetapi “AADP” INI DIA

 


Lubuk Basung (Pusinfo Pers Kwarcab Agam), Woow mantap, menarik, unik  dan keren. Bukan? Bukan itu maksudnya. Secara tiba-tiba, judulnya terinspirasi atau terpengaruh dengan Ada Apa Dengan Cinta, istilah top and popular nya AADC.

AADC alias Ada Apa Dengan Cinta? (bahasa Inggris : What's Up with Love?) adalah sebuah film drama romantis Indonesia karya Rudi Soedjarwo yang dirilis pertama kali pada tanggal 7 Februari 2002. Dibintangi oleh aktor Nicholas Saputra dan aktris Dian Sastrowardoyo.

Film ini dirilis dan meraih sukses besar di Indonesia menyusul film Petualangan Sherina (2000) yang booming terlebih dahulu. Kesuksesan kedua film ini menandai kebangkitan kembali dunia perfilman Indonesia. Lagu tema Ada Apa Dengan Cinta? dinyanyikan oleh Melly Goeslaw dan Eric Erlangga menjadi hits. Di era itu, pasangan Rangga dan Cinta selaku nama tokoh di film ini, menjadi pasangan kekasih yang melegenda, ditayangkan di berbagai negara termasuk Malaysia, Brunei, Filipina dan Singapura.

Cukup ya cukup sampai disini aja, goodbye AADC, kita fokus ke AADP. Istilah ini dilahirkan, dimunculkan alias dilatarbelakangi atau diilhami oleh beberapa pernyataan dan/atau pertanyaan dari para aktifis dan simpatisan Gerakan Pramuka.


Ada yang berkomentar dan bertanya, keren dan mantap pusdik, sukses untuk pusdik, apa itu pusdik ?, pusdik kemana ?,  pusdik kenapa tak kelihatan ?, dan pertanyaan plus pernyataan lain-lain sebagainya.

Yang dimaksud dengan pernyataan dan pertanyaan demi pertanyaan tersebut adalah Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan yang disingkat dengan Pusdiklat.

Hirarkinya, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) di pusat, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Daerah (Pusdiklatda) di provinsi dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Cabang (Pusdiklatcab) di kota/kabupaten.

Jadi, jawaban demi jawaban atas pernyataan dan demi pertanyaan di atas, akan kita tampilkan di bawah ini, khusus terkait dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Cabang, selanjutnya disingkat dan disebut dengan Pusdiklatcab karena pengurusnya dibentuk dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwarcab


Pendahuluan

1.       Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda sebagai tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik. 

2.         Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan nonformal, melengkapi pendidikan keluarga serta pendidikan sekolah, memerlukan Pusat Pendidikan dan Pelatihan yang mampu mencetak Pembina Pramuka serta Pelatih Pembina Pramuka yang handal. 

3.      Pusdiklatcab merupakan bagian integral dari Kwartir Cabang yang berfungsi sebagai wadah dan pelaksana pendidikan dan pelatihan kepramukaan guna meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pramuka. Pusdiklatcab dapat memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan kepramukaan bagi masyarakat. 

 

Pengertian

1.  Pusdiklatcab merupakan satuan pelaksana pendidikan dan pelatihan kepramukaan guna mengembangkan sumberdaya manusia Gerakan Pramuka di Kwartir Cabang.

2.        Pendidikan dan Pelatihan kepramukaan meliputi pendidikan nilai-nilai kepramukaan dan pelatihan keterampilan.

3.         Nilai-nilai kepramukaan tercantum dalam Satya dan Darma Pramuka.


Tugas Pokok

1.         Menjabarkan kebijakan pendidikan dan pelatihan kepramukaan yang ditetapkan oleh Kwartir Cabang.

2.         Melaksanakan program pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

 

Fungsi

1.         Menjabarkan dan melaksanakan program Kwartir Cabang Gerakan Pramuka di bidang pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

2.         Memasukkan materi pendidikan muatan lokal yang dapat mendukung dan meningkatkan proses pendidikan dan pelatihan.

3.         Meningkatkan kualitas dan kompetensi Pelatih serta Pembina Pramuka.

4.         Meningkatkan kualitas materi, metode, dan sarana pendidikan dan pelatihan.

5.         Menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

 

Kedudukan dan Susunan Organisasi

1.    Kedudukan Pusdiklatcab adalah satuan pelaksana pendidikan dan pelatihan kepramukaan di Kwartir Cabang.

2.         Susunan  Organisasi Pusdiklatcab terdiri dari :

a.         Kepala Pusdiklatcab.

b.         Wakil Kepala Pusdiklatcab.

c.         Sekretaris Pusdiklatcab :

1)        Urusan Tata Usaha & Keuangan

2)        Urusan Rumah Tangga, Sarana dan Prasarana

d.         Seksi Penyelenggaraan Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan.

e.         Seksi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Minat Kesakaan.

f.        Badan Pertimbangan Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan yang secara ex-officio diketuai oleh Kepala Pusdiklatcab, beranggotakan para pelatih dan pakar pendidikan.

3.         Kepala Pusdiklatcab :

a.         Diusulkan oleh Kepala Pusdiklatcab jajaran di bawahnya dan ditentukan oleh Ketua Kwartir Cabang.

b.         Bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir Cabang.

c.         Ex-officio Andalan Kwartir Cabang.

d.         Pelatih Pembina Mahir, lulus KPL atau yang setara

 

Struktur Organisasi Pusdiklatcab 

Tugas dan Tanggungjawab

1.         Kepala Pusdiklatcab :

a.         Memimpin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

b.         Mengkoordinasikan dan mengembangkan kualitas tenaga Pelatih.
c.  Mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan termasuk
 perpustakaan.
d.         Mengkoordinasikan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan kepramukaan.
e.         Bertanggungjawab kepada Ketua Kwartir Cabang.

2.         Wakil Kepala Pusdiklatcab :

a.         Membantu dan mewakili Kepala Pusdiklatcab.

b.         Melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan oleh Kepala Pusdiklatcab.

c.         Bertanggung awab kepada Kepala Pusdiklatcab.

3.         Sekretaris Pusdiklatcab :

a.         Melaksanakan tugas-tugas administrasi Pusdiklatcab.

b.         ngkoordinasikan tugas-tugas para Kepala Urusan Tata Usaha dan Keuangan, Kepala urusan Rumah tangga, Sarana dan Prasarana.

c.         Melaksanakan koordinasi dengan Urusan-urusan.

d.         Bertanggungjawab kepada Kepala Pusdiklatcab.

4.         Kepala Seksi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan :

a.         Mengkoordinasikan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

b.         Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepramukaan, yang terdiri dari :

1)        Orientasi Kepramukaan;

2)        Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD);

3)        Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML);

4)        Kursus Majelis Pembimbing;

5)        Kursus Pembina Gugusdepan;

6)        Kursus Pembina Profesional;

7)        Kursus Andalan;

8)        Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega (LPK);

9)        Kursus Pengelola Dewan Kerja (KPDK);

10)     Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat);

11)     Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru).

c.         Melaksanakan evaluasi pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

d.         Bertanggungjawab kepada Kepala Pusdiklatcab. 

5.         Kepala Seksi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan Minat Kesakaan :

a.         Mengkoordinasikan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepramukaan minat kesakaan.

b.         Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kepramukaan minat kesakaan:

1)        Kursus Pamong Saka;

2)        Kursus Instruktur Saka;

3)        Kursus Keterampilan.

4)        Bertanggungjawab kepada Kepala Pusdiklatcab. 

6.         Kepala Urusan Tata Usaha dan Keuangan :

a.         Mengelola administrasi umum dan personalia.

b.         Mengelola administrasi keuangan dan anggaran.

c.         Bertanggungjawab kepada Sekretaris Pusdiklatcab.

7.         Kepala Urusan Rumah Tangga, Sarana dan Prasarana :

a.         Mengelola perawatan gedung, angkutan, dan perjalanan.

b.         Mengurus peserta pelatihan dan tamu-tamu Pusdiklatcab.

c.         Mengurus keamanan lingkungan Pusdiklatcab.

d.         Mengelola administrasi sarana, prasarana dan perpustakaan.

e.         Membuat alat-alat instruksional.

f.          Menyediakan, menyiapkan, dan merawat sarana dan prasarana.

g.         Mengoleksi dan merawat buku-buku perpustakaan.

h.        Mendokumentasikan bahan ajar dan foto-foto kegiatan serta mengalih mediakan buku-buku dan bahan ajar.

i.          Bertanggungjawab kepada Sekretaris Pusdiklatcab.

8.         Badan Pertimbangan Pendidikan :

a.         Memberikan pertimbangan terhadap penerapan kurikulum dan metode pendidikan dan pelatihan kepramukaan, serta jaminan mutu dalam berbagai kegiatan kepramukaan.

b.         Memberi masukan hasil pengkajian tentang nilai-nilai kearifan lokal dan keterampilan muatan lokal.

c.         Bertanggungjawab kepada Kepala Pusdiklatcab. 

Tata Kerja

1.         Asas penyelenggaraan Penyelenggaraan Pendidikan dan pelatihan kepramukaan dilaksanakan atas dasar kaidah ilmiah, nirlaba, persahabatan dan persaudaraan dengan menerapkan prinsip koordinasi, sinkronisasi dan prioritas secara terarah efektif dan efisien serta berkesinambungan berlandaskan tujuan, prinsip dasar dan metode kepramukaan.

2.         Wewenang :

a.         Menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pelatihan kepramukaan sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.

b.         Mengeluarkan ijazah dan sertifikat pendidikan dan pelatihan kepramukaan sesuai kewenangannya yang ditandatangani oleh Kepala Pusdiklatcab dan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

c.         Melaksanakan surat-menyurat sesuai dengan kewenangannya.

3.         Hubungan kerja Pusdiklatcab dengan Kwartir Cabang :

a.         Pusdiklatcab merupakan bagian integral dari Kwartir Cabang.

b.         Pusdiklatcab sebagai pelaksana program Kwartir Cabang di bidang pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

4.         Hubungan kerja Pudiklatcab dengan lembaga-lembaga di luar Gerakan Pramuka :

a.         Mensosialisasikan program pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

b.         Menjalin kemitraan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan.

 


Mekanisme peyelenggaran pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

1.         Persiapan :

a.         Penyiapan administrasi Penyelenggaraan.

b.         Pembentukan Panitia, Tim Pelatih dan penunjukan narasumber ditetapkan oleh kwarcab.

c.         Penyiapan materi pelatihan, sarana dan prasarana.

2.         Pelaksanaan :

a.         Aktualisasi pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan.

b.         Evaluasi proses kegiatan pendidikan dan pelatihan.

3.         Evaluasi dan Pelaporan 

a.        Evaluasi hasil kegiatan pendidikan dan pelatihan.

b.    Penyusunan laporan kegiatan pendidikan dan pelatihan (setiap selesai kegiatan) kepada kwarcab .

 


Mudah-mudahan pernyataan dan pertanyaan yang muncul, terjawab sudah dengan Jukran di atas. Jadi Pusdiklatcab itu ya disini sajan tidak dimana-mana dan tidak kemana-mana.

Yang ingin bertanya lagi boleh, mari kita diskusikan bersama, bersama dan bersama-sama lagi, dengan tetap memegang teguh motto “Satyaku Kudarmakan Darmaku Kubaktikan” serta “Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana”. 

Terima kasih, ilal liqa’ - ma’as salaamah

Salam Pramuka !

#KK-03.06.0002

Sumber :

·         Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka

·  Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 179 Tahun 2010 tentang Petunjuk Penyelenggaraan  Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Cabang


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...