Langsung ke konten utama

Lima Korps Pelatih Pembina Pramuka Kwarcab Agam Sebagai Narasumber Diklat KMD Gugus III Kecamatan Tilkam

Lima Korps Pelatih Pembina Pramuka Kwarcab Agam Bertugas Sebagai Narasumber Diklat KMD Gugus III Kecamatan Tilkam


Tilatang Kamang, pusinfokwarcabagam - Sebanyak 5 orang Korps Pelatih Pembina Pramuka Kwarcab Agam mendapat tugas dari Kakwarcab sebagai narasumber kegiatan Kursus Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi calon pembina Pramuka Gugus III Kwartir Ranting (Kwarran) Tilatang Kamang kabupaten Agam.

Pelaksanaan KMD pembina Pramuka ini khusus digelar Kwaran bersama KUK Tilatang Kamang calon pembina dari gugus depan berpangkalan di sekolah Gugus III Tilatang Kamang. 
Kapusdiklatcab Tali Tigo Sapilin Kwarcab Agam H. Irzal, S.Pd saat dikonfirmasi Kamis (16/11/2023) sebelum pelaksanaan Diklat dimulai.

Adapun peserta KMD menurut catatan panitia berjumlah 45 orang berasal dari calon pembina Pramuka siaga dan calon pembina penggalang,  diikuti pembina se Gugus III Tilatang Kamang.

Untuk tim pelatih dan narasumber selama KMD ditugaskan oleh Kakwarcab sebanyak 5 orang pelatih kwarcab Agam, yaitu Kak H. Irzal, S.Pd, kak Yunaidi.S, S.Pd., M.Pd, kak Astati, S.Pd. kak Deswati M.Pd dan kak Suprapto dengan penanggung jawab Wakabinawasa kak Drs. Isra, M.Pd.

Saat dikonfirmasi dengan panitia pelaksanaan KMD Kwaran Tilatang Kamang Eddi Imam Patria, S.Pd, akan dibuka oleh Kakwarcab Agam Jum'at (17/11/2023) pagi, di SDN 12 Koto Tangah Tilatang Kamang.

Pelaksanaan KMD dibagi dua tahap, jadwal tahap pertama tanggal 17 sampai 18 November berupa pemberian materi secara teori dan praktek, dan tahap kedua tanggal 24 sampai 26 November 2023 lanjutan teori dan praktek lapangan serta simulasi praktek mengajar.
.     Ketua Gugus III Tilkam 

Ketua Gugus III Tilatang Kamang Hj.Meiwalti, S.Pd, menyebutkan peserta KMD di gugus III ada 6 sekolah dasar. Sesuai kesepakatan di rapat gugus III, bahwa pelaksanaan KMD diikuti seluruh guru yang ada di 6 sekolah dasar.

Diikutinya seluruh guru mengikuti Diklat KMD agar seluruh guru sebagai wali kelas mengetahui memahami dan melaksanakan apa yang diterima selama kursus.
Karena Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib nantinya Pramuka dapat dilaksanakan dalam proses belajar mengajar.

Selama ini kata kak Meiwalti, kegiatan Pramuka baru sekedar pelaksanaan dengan pembina satu orang, sementara murid banyak maka belum mampu menguasai peserta didik yang cukup banyak. Melalui Diklat KMD ini diharapkan calon pembina bersama kepala sekolah dapat melaksanakan Pramuka dengan baik di sekolah masing-masing.
Dengan adanya gugus menganggarkan pelaksanaan KMD sehingga bisa menerima materi selama KMD semoga ilmu yang diterima bisa diterapkan di sekolah. Demikian ditambahkan Kak Meiwalti. (Yun.S)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...