Langsung ke konten utama

+KEBANGKITAN NASIONAL & PERMULAAN TAHUN KERJA GERAKAN PRAMUKA*

Oleh : Imam MA St.RA SHi MH 
   (Kakawaran Ampek Angkek) 


Tanggal 20 Mei kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, merujuk pada berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908. Sebuah organisasi modern pertama di Indonesia yang menjadi simbol lahirnya semangat persatuan dan kesadaran kebangsaan di tengah penjajahan. Semangat kebangkitan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bergerak, berdaya, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Bagi Gerakan Pramuka, tanggal 20 Mei juga memiliki makna penting dan bersejarah. Pada tanggal inilah, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961 ditandatangani. Keputusan ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang diakui di Indonesia, sekaligus menyahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagai landasan hukum dan pedoman utama dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan bagi anak dan kaum muda Indonesia.

Anggaran Dasar tersebut menjadi pegangan bagi seluruh jajaran Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugas pembinaan generasi muda, dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kepedulian, kedisiplinan, dan semangat gotong royong.

Momentum 20 Mei ini kemudian ditetapkan pula sebagai *Hari Permulaan Tahun Kerja* Gerakan Pramuka. Sebuah tonggak awal untuk menyusun langkah, mengevaluasi perjalanan, dan meneguhkan komitmen agar Gerakan Pramuka terus menjadi pelopor pendidikan karakter di lingkungan nonformal (lingkungan ketiga).

Dengan semangat kebangkitan nasional, Gerakan Pramuka harus siap sedia bangkit, memperkuat diri, dan terus berbenah demi mewujudkan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan berkepribadian luhur.

*Selamat Hari Kebangkitan Nasional & Selamat Hari Permulaan Tahun Kerja Gerakan Pramuka!*.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...