Langsung ke konten utama

Dasa Darma Pramuka: Obat Penyakit Organisasi


Oleh: Kak Rioberto Sidauruk – Andalan Nasional Bidang Organisasi dan Hukum Kwartir Nasional.
Organisasi ada untuk mencapai tujuan tertentu, tetapi tujuannya dapat terhalang pencapaiannya oleh berbagai penyakit yang dideritanya. Penyebab pokok penyakit organisasi bukannya berasal dari luar melainkan dari dalam pikiran para anggotanya. Hal ini antara lain dikemukakan oleh Peter M. Senge melalui bukunya, _”The Fifth Discipline; The Art and Practice of the Learning Organization,”_ 1990, yang juga dikenal dengan nama _”The Fifth Dicipline”_ atau _”The Learning Organization.”_
Ada tiga penyebab penyakit organisasi. Pertama, cara pandang *FRAGMENTATIF,* yang memandang masalah bukannya menyeluruh melainkan secara sepotong-sepotong. Membelah dua seekor gajah tidak akan menghasilkan dua ekor gajah kecil. Kian dibelah-belah kian kita kehilangan pandangan yang menyeluruh. Itulah sebuah harga dari spesialisasi.
Kedua, cara pandang *KOMPETITIF,* yang menganggap orang lain sebagai pesaing, bukannya mitra usaha. Cara pandang ini mengakibatkan orang bersaingan untuk memperoleh sumberdaya yang selalu relatif terbatas.
Ketiga, cara pandang *REAKTIF,* yang memusatkan perhatian bukannya kepada penyebab masalah melainkan akibat dari masalah; ibaratnya mengeringkan lantai yang basah ketimbang memperbaiki atap yang bocor.
Untuk mengatasi hal itu, maka penamaman nilai serta implentasi Dasa Darma Pramuka dianggap sebagai obat yang paling mujarab. Nilai-nilai pembentukan karakter tersebut bagi Gerakan Pramuka adalah galian dari nilai-nilai luhur Pancasila yang menghendaki insan Pramuka melakukan berbagai hal diantaranya:
*(1)BERKARAKTER,* sesuai Satya Darma Pramuka. Secara ringkas, ada tiga karakter utama, yaitu:
a. Religius. Dalam arti bahwa jiwa dan nilai-nilai agama yang benar melandasi dan mewarnai langkah berindividu, bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat, sehingga membentuk kepribadian yang percaya dan tunduk pada Tuhan yang maha kuasa.
b. Patriotis. Dalam arti cinta tanah air, bela negara, patriot bangsa, bangga dengan negeri sendiri, peduli kepentingan nasional ketika berhadapan dengan kepentingan asing yang merugikan, dan menjaga keutuhan NKRI serta dasar negara Pancasila.
c. Terbuka. Dalam arti menghormati pluralitas sosial bangsa, memiliki sikap toleran pada perbedaan pemikiran, dan menghargai bahwa setiap warga negara punya hak yang sama dalam NKRI
*(2)BERKOMPETENSI/KOMPETEN,*
a. Terampil, cerdas, memiliki keahlian, dan kepakaran dalam suatu bidang tertentu, di samping memiliki kecakapan hidup yang umum, berwawasan yang mumpuni, berpengetahuan luas dan mendalam. Ia juga dapat diandalkan untuk menuntaskan pekerjaan dan kegiatan, serta dengan kemahirannya dapat mengembangkan dirinya dan masyarakatnya untuk kemajuan peradaban manusia yang tinggi.
*(3)BERKOLABORASI/KOLABORATIF,*
a. Mampu dan mau bekerjasama, bersinergi, koperatif, tolong-menolong, peduli sesama hidup dan lingkungan hidup, bertindak sosial, mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, team work, networking, menjalin silaturahmi, bekerja secara kolektif, suka bermusyawarah. Ia juga patuh serta berkomitmen melaksanakan keputusan yang telah diambil bersama, melibatkan semua pemangku kepentingan Pramuka khususnya, dan bangsa serta masyarakat umumnya untuk memajukan negara, bangsa, dan masyarakat Indonesia dan dunia.
Salam Pramuka!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petunjuk tentang NOMOR KWARTIR dan NOMOR GUDEP

Menjawab pertanyaan dan perdebatan yang muncul dan berkembang di WhatsApp ( WA) terkait dengan Nomor Gudep mana yang benar dan mana yang salah. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor 162.A Tahun 2011 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Sistem Administrasi Kwartir disebutkan bahwa untuk mempermudah sistem administrasi dan mengetahui perkembangan organisasi Gerakan Pramuka, maka dimulai dari Kwartir Nasional sampai Kwartir Ranting perlu adanya suatu kode tertentu guna memperlancar birokrasi administrasi. Cara memberi nomor kode pada Kwartir Cabang umumnya dimulai dari Barat Daya, kemudian ke Timur dan terus sampai Tenggara, selanjutnya berbelok-belok (Serpentine) ke arah Barat dan seterusnya dan akan berakhir pada batas Barat Laut atau Timur Laut. Kode Kwartir perinciannya sebagai berikut: Dua angka (digit ke 1 dan 2) pertama menunjukkan nomor kode Kwartir Nasional (00) dan Kwartir Daerah berurutan dimulai dengan Kwarda Nanggroe Aceh Darussalam (01) dan seterusnya. ...

Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Ada berbagai macam Bentuk Barisan dalam Gerakan Pramuka. Bentuk Barisan ini sering juga disebut dengan istilah Formasi Baris Berbaris (FBB) dan ada juga yang menyebutnya Formasi Barisan, Model Barisan dan lain sebagainya. Bentuk Barisan tersebut adalah : BERDERET Kedua lengan tangan dibentangkan kesamping, setinggi bahu, telapak tangan terbuka dan menghadap ke bawah. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris lurus secara berderet menghadap ke instruktur barisan ANGKARE Kedua lengan tangan dikepalkan dan diacungkan ke atas. Aplikasi barisannya :  Anggota berbaris membentuk huruf "U" (bentuk U siku 90 derajat) dengan Instruktur/ketua tepat berada di tengah barisan. Barisan yang berada di samping kanan dan kiri instruktur barisan, saling berhadapan satu dengan yang lainnya. Dan barisan yang berada di depan instruktur barisan, saling berhadapan dengan instruktur barisan. LINGKARAN BESAR Kedua ujung jari tangan di lekatkan tepat diatas kepala ...

Tata Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris

Pelaksanaan kegiatan baris-berbaris atau (PBB) dalam kepramukaan menggunakan tongkat pramuka memiliki tata cara dan pedoman tersendiri yang telah diatur oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Untuk itulah Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengeluarkan pedoman penggunaan tongkat pramuka dalam baris-berbaris. Pedoman ini mengatur tata cara dan sikap seorang pramuka dalam membawa tongkat. Secara garis besar, ketentuan tentang tata cara dan sikap pramuka saat membawa tongkat  p ada masing-masing sikap adalah sebagai berikut : 1.      Sikap Sempurna (siap) Saat melakukan sikap sempurna, tata cara menggunakan tongkat yang benar adalah : ·   Tongkat dipegang dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk tangan kanan (seperti memegang pensil waktu akan menulis) ·        Tangan lurus ke bawah ·      Tongkat berdiri tegak lurus di atas tanah tepat di samping kanan sepatu sebalah kanan. ...